Calon Mahasiswa

Sebagai calon mahasiswa, kalian perlu mengenal APA ITU TEKNIK INDUSTRI?

Lulusan Teknik Industri UK Petra diharapkan memiliki kemampuan problem solving yang kuat dengan pendekatan sistem dan multidisiplin, berintegritas, dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi di industri. Untuk itu, perbaikan berkelanjutan dilakukan agar dapat mengikuti tren perkembangan industri dan keilmuan Teknik Industri.

Menurut Institute of Industrial Engineering (IIE), bidang keilmuan Teknik Industri berfokus kepada perancangan, perbaikan, dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan, dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial serta prinsip-prinsip dari metodologi teknik.

 

Apakah yang dimaksud sistem terintegrasi?

Sistem diartikan sebagai kumpulan elemen/komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem terintegrasi artinya bahwa setiap elemen sumber daya perusahaan (manusia, material, peralatan, dan energi) yang saling berinteraksi ini harus dilihat sebagai satu kesatuan yang terintegrasi, tidak dapat dipisahkan antara elemen yang satu dengan lainnya.

Ketika setiap elemen terintegrasi dengan baik, maka nilai tambah yang dihasilkan jauh lebih besar dibandingkan nilai tambah dari masing-masing elemen itu sendiri. Disinilah peran penting dari seorang Teknik Industri, yaitu merancang, memperbaiki/meningkatkan, dan menginstalasi.

 

Peran utama seorang teknik industri

1. Merancang

Menunjukkan kemampuan kreatif mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki ke dalam sebuah rancangan sistem. Sistem ini dapat berupa pula merancangan sistem solusi, yaitu rancangan solusi yang multidisiplin, multiapproach dan multidimensi.

2. Meningkatkan

Meningkatkan dapat diartikan sebagai manajemen. Pakar manajemen mengatakan bahwa terdapat perbedaan antara administrasi dan manajemen. Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara tepat dan teratur, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya manajemen menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah kemampuan memecahkan masalah. Sistem ini mencakup kemampuan analisis, kemampuan manajemen proyek, berpikir secara sistematis, sehingga berguna dalam memecahkan masalah.

3. Menginstalasi

Menunjukkan kemampuan untuk melakukan pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi terhadap rancangan sistem. Menginstalasi memaksa seorang teknik industri untuk berpikir jauh ke depan dalam merancang dan meningkatkan sistem. Konsep ini merupakan perancangan yang sudah memasukkan unsur kemudahan pemeliharaan, pembuatan, bahkan pengontrolan kualitas sehingga produk dapat lebih cepat diterima oleh pasar dengan kualitas terbaik.

 

Kinerja dari sistem terintegrasi

Ketiga peran utama dari seorang Teknik Industri akan berdampak pada kinerja dari sistem terintegrasi yang lebih baik. Oleh karena itu, perancangan, perbaikan, dan instalasi harus berorientasi pada fakta dan data, agar tolok ukur keberhasilan kinerjanya dapat diukur dan dievaluasi. Terdapat tiga hal yang dipertimbangkan berkaitan dengan kinerja yaitu:

1. Menspesifikasi

Kinerja harus dispesifikasikan di awal sebuah perancangan, karena setiap pihak bisa memilki perbedaaan. Sebagai contoh: pihak marketing mengatakan kinerja baik bila memenuhi target penjualan, sedangkan pihak produksi mengatakan kinerja baik bila sesuai dengan standar produk. Jadi menspesifikasi disini berarti seorang Teknik Industri harus menentukan indikator kinerja yang tepat, cara mendapatkan indikator, bagaimana mengukurnya, dan kapan mengukurnya.

2. Memprediksi

Setelah dispesifikasikan, ketika merancang atau memperbaiki sistem, kita sudah mendapatkan semacam prediksi/gambaran tentang bagaimana sistem tersebut berfungsi dan bagaimana kinerjanya. Jadi, kinerja ini yang akan menjadi patokan dalam merancang atau memperbaiki sistemnya

3. Mengevaluasi

Setelah sistem dirancang/diperbaiki, kita perlu melakukan evaluasi secara riil terhadap kinerja tadi. Jika telah dispesifikasikan dengan baik, maka pada tahap ini dilakukan proses pengevaluasian kinerja, sehingga evaluasi ini dapat menjadi umpan balik dalam perancangan/perbaikan berikutnya.

 

Secara singkat Teknik Industri merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan Technical Science, Economic/Management Science, dan Human Science untuk merancang, meningkatkan/memperbaiki, menginstalasi/mengembangkan suatu sistem terintegrasi yang terdiri dari semua sumber daya perusahaan (man, material, machine, money, energy, dan information), sehingga terjadi peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas perusahaan.

 

 

Aspek Kompetensi Teknik Industri